Latar Belakang Program USO Telekomunikasi dan Informatika

”Konsep Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) atau Universal Service Obligation (USO) Telekomunikasi dan Informatika, muncul sebagai jawaban untuk mengupayakan pemerataan jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Tanah Air”

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berperan sangat penting di era globalisasi dan demokratisasi. Perkembangan teknologi yang pesat, memudahkan masyarakat untuk mengakses segala jenis informasi dengan bebas tanpa mengenal batasan negara dan waktu. Inovasi teknologi terutama teknologi informasi dan komunikasi juga sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti sektor pemerintahan, perekonomian, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan suatu negara.

Pengguna internet di Indonesia tumbuh pesat, pada 2014 tercatat sebesar 88,1 juta jiwa, naik 34,9 persen dari 71,9 juta jiwa pengguna pada tahun sebelumnya. Namun jika dilihat dari sebaran wilayahnya, 78,5 persen dari total 88,1 juta jiwa penikmat internet di Indonesia, tinggal di wilayah Indonesia bagian barat. Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah dengan penetrasi paling tinggi dengan

65 persen pengguna internet, disusul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki 63 persen pengguna internet. Sedangkan posisi terendah ditempati oleh Provinsi Papua yang hanya memiliki 20 persen pengguna internet dari total populasi penduduknya.

Meski tumbuh pesat, sebaran pengguna internet di Indonesia tidak merata. Hal itu disebabkan Indonesia sejak lama telah mengalami ketertinggalan dalam hal kerapatan akses tetap. Beberapa negara telah melakukan deregulasi telekomunikasi saat kerapatan akses tetap lebih dari 10% dan bahkan 20%, pada awal 1990-an, sedangkan Indonesia melakukan deregulasi saat kerapatan akses tetap baru mencapai 4%.

Akibatnya saat kebijakan liberalisasi diperkenalkan melalui UU No. 36 Tahun 1999, Indonesia menghadapi isu pemerataan yaitu pembangunan jaringan telekomunikasi luar Jawa dan perdesaan yang tertinggal, sehingga pada akhirnya menimbulkan kesenjangan akses telekomunikasi nasional antara kota besar dan perdesaan, serta antara wilayah barat dan timur Indonesia.

Untuk itulah pengembangan TIK yang menyeluruh, merata dan adil sangat diperlukan agar kesenjangan akses telekomunikasi nasional dapat kurangi.

Konsep Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) atau Universal Service Obligation (USO) Telekomunikasi dan Informatika, muncul sebagai jawaban untuk mengupayakan pemerataan jaringan TIK di Tanah Air. USO Telekomunikasi dan Informatika pada dasarnya merujuk pada kewajiban pemerintah untuk menjamin tersedianya pelayanan publik bagi setiap warga negara, meskipun negara tidak secara langsung memegang peranan sebagai penyelenggara kegiatan-kegiatan pelayanan publik yang dimaksudkan.

Sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945, infrastruktur komunikasi dan informatika harus dibangun oleh negara, sebagai infrastruktur dasar bagi masyarakat untuk dapat mengikuti perkembangan bangsa. Jadi jelas, bahwa pemerataan pembangunan komunikasi dan informatika melalui Konsep Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) atau Universal Service Obligation (USO) sangat penting untuk dilakukan di Indonesia.

Secara rinci pembangunan komunikasi dan informatika pada periode 2004-2009 difokuskan pada tiga agenda, salah satunya adalah penyediaan layanan komunikasi dan informatika di wilayah non komersial untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat.

Melanjutkan agenda pembangunan periode 2004-2009, pembangunan komunikasi dan informatika pada periode 2010-2014 diarahkan pada penguatan konektivitas nasional (Indonesia Connected) yang meliputi konektivitas ekonomi antar dan dalam pulau, serta konektivitas antar instansi pemerintah.

Pembangunan komunikasi dan informatika pada periode 2010-2014 dirumuskan dalam tiga agenda pembangunan yaitu:

  • Pengurangan kesenjangan digital dan wilayah yang belum dijangkau layanan komu-nikasi dan informatika.
  • Peningkatan ketersediaan prasarana dan layanan komunikasi dan informatika yang aman dan modern dengan kualitas baik dan harga terjangkau.
  • Peningkatan kualitas penyediaan dan pemanfaatan informasi, serta penggunaan TIK secara efektif dan bijak dalam seluruh aspek kehidupan.

Pada periode 2015-2019, pembangunan komunikasi dan informatika difokuskan pada percepatan konektivitas pitalebar nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan reformasi dan evaluasi pada desain USO yang telah dilaksanakan sejak 2009 sampai dengan periode 2014

Reformasi dan evaluasi terhadap desain USO dimaksudkan untuk mengoptimalkan pemerataan serta pemanfaatan infrastruktur TIK di seluruh pelosok negeri. Reformasi desain USO itu dilakukan baik pada tataran kebijakan maupun tataran implementasi.

Reformasi dan evaluasi terhadap USO melahirkan peraturan menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika nomor 25 tahun 2015, tentang Pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi dan Informatika yang memiliki karakteristik pembangunan dilaksanakan secara komprehensif dengan mengintegrasikan pembangunan infrastruktur TIK dengan pengembangan ekosistem TIK seperti SDM, aplikasi, dan konten yang mendukung.

Karakteristik lainnya adalah pembangunan berdasarkan prinsip bottom-up, dimana program yang disusun merupakan aspirasi dan usulan dari stakeholder terkait, seperti kementerian/lembaga lain atau pemerintah daerah (Pemda), sehingga pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Pembangunan KPU/USO dilakukan dibidang Telekomunikasi dan Informatika juga dilakukan dengan piloting atau bersifat cluster disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan daerah tersebut. Untuk menjaga keberlangsungan pemanfaatan infrastruktur TIK tersebut, diperlukan pula sinergitas yang kuat dari setiap stakeholder, sehingga setiap pihak memiliki peranan yang sama kuat dalam menjaga sustainability program.

Dalam Peraturan Menteri tersebut dijelaskan ruang lingkup pelaksanaan KPU/USO Telekomunikasi dan Informatika mencakup penyediaan infrastruktur TIK dan penyediaan ekosistem TIK di wilayah pelayanan universal telekomunikasi dan informatika serta untuk kelompok masyarakat dengan ketidakmampuan.

Pembangunan KPU/USO mengusung teknologi berbasis broadband. Hal ini sejalan dengan kecenderungan global yang menempatkan broadband sebagai kunci pembangunan IT. Oleh karena itu, pada periode 2015-2019, pembangunan komunikasi dan informatika difokuskan pada percepatan konektivitas broadband nasional.

Menurut data Bank Dunia, penambahan 10% penetrasi broadband (pitalebar) akan memicu pertumbuhan ekonomi sebesar 1,38% di negara berkembang dan 1,12% di negara maju (sumber: the World Bank, 2010). Penambahan 10% akses pitalebar dalam setahun berkorelasi dengan peningkatan 1,5% produktivitas tenaga kerja dalam lima tahun (sumber: Booz & Company, 2009).

Sedangkan bagi Indonesia, peningkatan 1% penetrasi pitalebar rumah tangga mengurangi pertumbuhan pengangguran 8,6% (sumber: Katz et al, 2012). Pembangunan pitalebar akses bergerak 700 MHz, diperkirakan juga akan meningkatkan produktivitas sebesar 0,4% pada industri jasa dan 0,2% pada kegiatan manufaktur (sumber: GSMA, Boston Consulting, 2010).

Pembangunan pitalebar nasional saat ini dapat dikatakan masih dalam tahap awal. Indonesia juga dinilai masih tertinggal dibandingkan dengan negara lain dalam hal ketersediaan pitalebar. Dalam Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019, pitalebar nasional didefinisikan sebagai,“ akses internet dengan jaminan konektivitas selalu tersambung, terjamin ketahanan dan keamanan informasinya serta memiliki kemampuan triple-play dengan kecepatan minimal 2 Mbps untuk akses tetap (fixed) dan 1 Mbps untuk akses bergerak (mobile)”.

Tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan pitalebar nasional digambarkan dalam grafik berikut :

tantangan pembangunan broadband nasional

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s