Penyediaan BTS di Daerah Blankspot Layanan Telekomunikasi

Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau merupakan tantangan tersendiri dalam pemerataan telekomunikasi dan informatika. Banyaknya daerah blankspot adalah kendala paling umum yang harus dihadapi BP3TI dalam mengurangi kesenjangan telekomunikasi antar wilayah.

Penyediaan BTS di daerah blankspot merupakan salah satu strategi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) c.q BP3TI mengurangi kesenjangan telekomunikasi tersebut. Program ini merupakan bagian dari Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika 2015-2019, dimana Kementerian Kominfo memiliki tugas untuk menjamin konektivitas pilalebar nasional melalui Universal Service Obligation (USO).

Keberadaan BTS di beberapa daerah blankspot merupakan jalan keluar untuk memberikan layanan telekomunikasi kepada masyarakat yang selama ini tidak mendapatkan akses komunikasi baik komunikasi suara maupun data. BTS tersebut akan memberikan layanan voice yang sudah mature, yaitu 2G dengan kapasitas efektif.

Target pembangunan penyediaan BTS di daerah blankspot pada 2015 sebanyak 125 lokasi, tahun 2016 sebanyak 125 titik dan terus dikembangkan setiap tahun sampai dengan 2019. Total target dari tahun 2015 s.d. 2019 adalah 575 titik.

Titik-titik yang menjadi target pembangunan merupakan hasil koordinasi Kementerian Kominfo RI dengan pemerintah daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang kemudian akan disurvei tim gabungan dari operator telekomunikasi, pemerintah daerah, dan Kementerian Kominfo melalui BP3TI.

Dalam program ini, operator telekomunikasi memiliki tugas menyediakan perangkat BTS, pemeliharaan, serta pengelolaan. Sedangkan BP3TI memiliki tugas menyediakan beli jasa bandwidth transmisi.

Pada tahun 2015, BP3TI telah menyediakan BTS di 5 (lima) lokasi daerah blankspot dimana menara (tower) merupakan milik pemerintah daerah. Menara tersebut dibangun di 3 (tiga) lokasi di Provinsi Kepulauan Riau, yakni di Desa Rewak, Desa Kiabu dan Desa Telaga, Kabupaten Anambas. Penyedia jasa transmisi VSAT dan power-nya adalah Telkom sedangkan menaranya dibangun oleh pemerintah daerah setempat. Selain itu masing-masing 1 (satu) BTS di Desa Setarap, Kabupaten Melinau, Provinsi Kalimantan Utara dan di Desa Yuruf, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Untuk mempersiapak penyediaan BTS di daerah blankspot layanan telekomunikasi, BP3TI tahun 2015 telah melaksanakan kegiatan survey ke lokasi yang dipilih berdasarkan usulan pemerintah daerah sebanyak 209 lokasi. Capaian sampai dengan Semester 1 Tahun 2016, lokasi yang berhasil disurvey sebanyak 66 lokasi yang tersebar di Pulau Kalimantan serta telah dilakukan pembangunan untuk power dan tower namun belum dilengkapi transimi untuk di 72 lokasi. Sedangkan 133 lokasi lainnya sedang dilakukan proses e-purchasing power dan tower di LKPP (e-Katalog), sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 sebagaimana telah beberapa kali diubah, dan terakhir melalui Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
infografis-sebaran-daerah-blank-spot

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s