Desa Broadband Terpadu, Dari Kominfo untuk Persatuan Indonesia

img_9063

Bhinneka Tunggal Ika, risalah yang tak pernah putus diceritakan oleh mereka yang mencintai negeri ini. Dari Sabang sampai Merauke, Talaud hingga Rote, sebuah kutipan rima tentang persatuan yang tidak hanya nikmat diucapkan namun bermakna dalam jika dilakukan. 71 tahun kita sudah menjaga negeri ini tetap berdiri tegak. Lengan baju tak lantas diturunkan untuk kemudian berpangku tangan. Polemik di negeri ini masih bertumpuk menunggu runtuh. Kesenjangan di segala lini kehidupan masyarakat Indonesia, menjadi permasalahan utama yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.

Kerja Nyata melalui Nawacita, menjadi semboyan Presiden jokowi untuk mengurai kesenjangan yang menggerogoti nasionalisme di negeri ini. Presiden RI ke 7 itu melalui Nawacita memerintahkan menteri dan jajarannya agar kreatif dan inovatif dalam menerjemahkan program Nawacita.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) mencanangkan 5 program dalam menjawab kerja nyata Nawacita dalam memperkuat NKRI`. Palapa Ring, BTS Blank Spot, Akses Internet, Infrastruktur Penyiaran, dan Desa Broadband Terpadu merupakan program yang lahir guna mengurai kesenjangan telekomunikasi dan informatika di Indonesia kususnya di daerah perbatasan. Tidak meratanya pembangunan infrastruktur Telekomunikasi dan Informatika berdampak pada kecemburuan masyarakat di desa terhadap masayarakat di kota. Ketidakadilan ini membuat masyarakat Indonesia sangat mudah disulut isu-isu perpecahan.

Luas dan sulitnya menjangkau setiap daerah-daerah perbatasan dan pelosok di Indonesia menjadi persoalan dan tantangan tersendiri bagi Kominfo dalam memberikan pemerataan akses telekomunikasi dan informatika yang layak bagi masyarakat. Permasalahan lain yang harus kita pecahkan adalah ketidakmampuan masyarakat dalam menyediakan perangkat telekomunikasi dan informatika sendiri. Perekonomian yang lambat berkembang menjadikan masayarakat di daerah 3T berdaya beli minim.

Menjawab permasalahan tersebut Kominfo melalui BP3TI memberikan bantuan berupa Perangkat Komputer, Printer, dan akses Internet yang disebut Program Desa Broadband Terpadu (DBT). Selain akses internet dan perangkat komputernya, program DBT juga terdapat program pengembangan Sumber Daya Manusia untuk mengenalkan dan melatih SDM setempat dalam menggunakan perangkat komputer dan internet yang telah disediakan.

Tahun 2015, BP3TI telah melaksanakan Program DBT di 50 desa yang tersebar di 20 kabupaten di seluruh Indonesia. Masyarakat disekitar lokasi DBT dan para pandu desa yang menggawangi DBT telah mampu membuat website desa untuk memperkenalkan desa dan kualitas masing-masing desa ke dunia luar.

Sumber: bp3ti.kominfo.go.id

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s